“Wah-wah, relate banget nih sama hidup saya dan kamu semua, bener gak sih?”
Saya rasa hampir semua diantara kita pernah mengalami kondisi dimana tak ingin melakukan aktifitas apapun. Ntah karena sedang capek, bad mood atau ya males ngapa-ngapain aja. Contoh riilnya kamu mendapatkan tugas kampus yang deadline-nya dikumpul bulan depan, kira-kira apakah esoknya langsung kamu kerjakan tugas tersebut? kalau memang iya berbangga dirilah, berarti kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, memiliki tingkat kesadaran tinggi dan sigap terhadap tugas atau pekerjaan.
Sayangnya saya yakin tak banyak tipe manusia yang seperti ini, kebanyakan dari kita termasuk saya sendiri lebih cenderung gemar menunda-nunda pekerjaan. Biasanya sih alasannya klasik, “nanti aja ah masih lama kok” atau “kalau bisa dikerjakan besok ngapain dikerjakan hari ini?”. Nah, kebiasaan gemar menunda-nunda ini disebut prokrastinasi.
Istilah prokrastinasi (procrastination) dipopulerkan pertama kali oleh Brown dan Holzman dalam buku Survey of Study Habits and Attitudes Manual tahun 1967. Prokrastinasi diartikan sebagai kecenderungan menunda-nunda suatu tugas atau pekerjaan. Menurut Joseph R. Ferrari et al. (1995) mengungkap bahwa pelaku prokrastinasi sering kali tak memperdulikan tujuan dan alasan dalam menunda pekerjaan, padahal prokrastinasi memiliki dampak negatif jika tidak di-manage dengan baik. Mulai dari stres, terganggunya kesehatan hingga berdampak terhadap hubungan sosial dengan sesama. Kamu semua pasti tau SKS kan? yap, metode yang jadi andalan para pembelajar di saat-saat terdesak adalah Sistem Kebut Semalam.
*Baca info menarik lainnya di Media Anak Muda, Kotomono.co
Penelitian Piers Steel seorang pakar prokrastinasi dari University of Calgary dalam bukunya The Procrastination Equation mengungkap fakta bahwa 95% orang-orang memang suka menunda-nunda pekerjaannya. Dari penelitian ini bisa kita simpulkan bahwa hampir semua orang cenderung suka menunda pekerjaan. Penyebab umumnya yaitu tak tahu apa yang harus ia dilakukan, tak tahu bagaimana caranya memulai untuk melakukan pekerjaan tersebut, atau ia merasa lebih baik jika mengerjakan tugas keesokan harinya.
Prokrastinasi = Malas?
Bagaimana pandanganmu? memang terkesan sama padahal menunda dan malas adalah dua hal yang berbeda lo. Prokrastinasi adalah kegiatan yang dikerjakan secara aktif, hanya saja pelaku prokrastinasi lebih memilih menunda pekerjaannya karena alasan tertentu atau ada hal lain yang lebih ia prioritaskan. Sedangkan malas adalah aktifitas pasif tanpa disertai niat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Saya yakin tak ada satupun diantara kita yang ingin jadi si pemalas bukan?
Prokrastinasi selalu berakibat Buruk?
Memang ada peneltitan yang mengatakan prokrastinasi dapat berakibat buruk, tapi apakah selalu buruk? tunggu dulu, prokrastinasi tidak selalu berakibat buruk sobat, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Sepanjang prokrastinasi tersebut bertujuan untuk menemukan suatu pandangan dan ide-ide baru saya rasa itu adalah prokrastinasi yang dapat dibenarkan.
1. Menurunkan tingkat stres
Hasil penelitian dari The Journal of Social Psychology mengungkap bahwa orang yang sering menunda memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Dengan menunda suatu pekerjaan menjadikan pikiran lebih rileks dan stres menjadi berkurang.
2. Memunculkan ide-ide baru
Percaya atau tidak ternyata menunda bisa memunculkan ide-ide baru yang lebih brilian dan lebih tajam. Hal ini dikarenakan proses dalam menemukan ide tidak bisa dicapai dengan instan dan terburu-buru, melainkan perlu waktu dan perencanaan yang matang dalam melakukannya. Inilah pendapat yang dikemukakan oleh Frank Partnoy dalam bukunya Wait: The Useful Art of Procrastination.
3. Memperbaiki suasana hati (mood)
Menunda pekerjaan dapat memperbaiki suasana hati yang sumpek akibat tekanan tugas atau pekerjaan yang tinggi. Mendengarkan musik, menonton film kesukaan, bermain games dan self healing tentunya dapat memperbaiki mood sebelum melanjutkan pekerjaan yang harus diselesaikan.
4. Meningkatan konsentrasi a.k.a. fokus
Menunda pekerjaan ternyata penting untuk meningkatkan konsentrasi, dengan menunda secara otomatis akan memaksa pikiran untuk fokus pada penyelesaian tugas atau pekerjaan yang menjadi prioritas.
Cara melawan prokrastinasi
Prokrastinsi sangat sulit untuk 100 persen dihilangkan, karena memang secara alamiah manusia memiliki sifat menunda. Namun, ada beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk melawan prokrastinasi.
1. Mengubah mindset perlahan-lahan
Apapun ceritanya mindset adalah faktor utama untuk mengubah prokrastinasi, lakukan secara perlahan dan bertahap, mulailah dengan melakukan satu langkah kecil namun berarti
2. Membuat daftar tugas
Buat rincian daftar apa yang harus dilakukan, buat outline yang membantu kamu untuk menyelesaikan tugas.
3. Jangan memaksakan diri, kerjakan sedikit demi sedikit tapi rutin
Mengerjakan tugas sedikit demi sedikit itu lebih baik daripada mengerjakan tugas yang banyak sekaligus, ini bisa meminimalisir tekanan dan stres yang dihadapi
4. Jauhkan diri dari hal yang men-distract kamu
Sebelum mengerjakan tugas jauhkan diri dari sumber gangguan seperti gadget, TV atau apapun yang mengganggu kamu untuk fokus
5. Lakukan self reward
Setelah semua tugas selesai, cobalah untuk melakukan self reward sebagai pertanda kamu peduli dan mengapresiasi segala tugas dan pekerjaan yang sudah kamu selesaikan.
Nah, bagi kamu yang masih suka menunda-nunda, mulai sekarang cobalah untuk melawan dan mengalahkan hal tersebut, semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang mampu melawan prokrastinasi. Aamiin…