PERBEDAAN SEPTIC TANK BIOTECH DAN KONVENSIONAL

Bio Septic Tank merupakan septic tank modern yang kini sudah hadir sebagai pilihan terbaik bagi masyarakat. Produk ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan septic tank konvensional, yaitu menampung kotoran manusia. Bedanya, bio septic tank menggunakan tempat penampungan kotoran yang modern. Menggunakan fiber sebagai bahan utama, bio septic tank lebih kuat dan terbukti mampu digunakan dalam waktu yang cenderung lebih lama.

Septic tank konvensional

 

Pada septic tank konvensional, limbah atau kotoran akan diresapkan ke dalam tanah. Rembesan limbah ke dalam tanah inilah yang berpotensi mencemari air tanah dan lingkungan. Jika air tanah sudah tercemar, air sumur pun bisa menjadi bau karena telah tercemar.

Septic tank biotech

Lain dengan septic tank konvensional, septic tank biotech akan mengolah kotoran menggunakan media sel dan bakteri.Proses pengolahan ini disebut dengan bio filterisasi. Maka dari itu, jenis septic tank ini juga sering disebut sebagai septic tank bio filter. Dengan proses biofiltrasi, cairan yang dibuang pun relatif lebih aman dan tanpa bau. Maka dari itu, banyak orang mulai memilih septic tank biofilter ini sebagai sistem sanitasi di rumahnya.

Cara kerja septic tank biotech

Berikut cara kerjanya:

1. Pembuangan Kotoran

Sebelum masuk ke dalam septic tank, kotoran akan yang kita buang akan masuk ke saluran pembuangan. Saluran inilah yang menghantarkan kotoran ke dalam septic tank.

2. Filter Pertama

Setelah masuk ke dalam tangki, kotoran akan hancur menjadi serpihan kecil. Hal ini ditujukan agar proses penguraian lebih mudah. Setelah hancur, barulah limbah atau kotoran tersebut masuk ke ruang penguraian.

3. Penguraian

Di ruang penguraian, bakteri akan memakan kotoran yang telah dihancurkan tadi. Setelah dimakan bakteri, kotoran akan terurai dan berubah menjadi cairan. Cairan inilah yang nantinya masuk ke dalam ruang penyaringan.

4. Penyaringan

Setelah menjadi cairan, kotoran tersebut tidak langsung dibuang begitu saja. Kotoran akan melalui proses penyaringan agar lebih aman untuk dibuang. Tidak hanya itu, cairan tersebut akan disterilisasi dengan cara diberi desinfektan. Proses ini bertujuan membunuh kuman berbahaya yang tidak terurai.

5. Pembuangan Kotoran

Setelah melalui proses di atas, cairan limbah atau kotoran pun akan aman untuk dibuang. Cara ini dipercaya lebih efektif dan berdampak baik untuk lingkungan sekitar.