Satu Viral – Perkembangan jumlah start-up di Indonesia terbilang cukup pesat dan banyaknya start-up menjadi alternatif dalam pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru untuk mengurangi tingkat pengangguran. Pada kenyataannya, persentase tingkat kegagalan start-up di Indonesia terbilang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja indikator yang mempengaruhi Lapangbola.com dapat bertahan hingga sekarang disaat start-up lain banyak gagal ketika melalui masa-masa kritis. Objek penelitian ini menggunakan studi kasus pada start-up Lapangbola.com. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan melakukan wawancara secara mendalam dengan menganalisis 11 indikator, yaitu synergy, product, process, management of innovation, culture, experience, information technology, innovation skills, functional skill, dan implementation skills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 dari 11 faktor penentu kesuksesan start-up berpengaruh baik terhadap Lapangbola.com, satu-satunya indikator yang tidak berpengaruh adalah teknologi informasi karena saat ingin melakukan eksekusi ide, perusahaan masih bergantung hanya kepada seorang developer saja.
Functional Skills
Berdasarkan hasil wawancara, tim IT dari Lapangbola sangat menguasai penggunaan software dan hardware, spesifikasi khusus bagi tim IT dari Lapangbola adalah senior programmer bagi pimpinan tim IT dan mengerti bahasa Ruby bagi staff dari tim IT. Dapat dikatakan juga bahwa tim IT dari Lapangbola sangat Expert perihal pemahaman tentang teknologi internet. Terlihat dari permasalahan mengenai teknologi yang dialami seperti padamnya server, permasalahan tersebut selalu terselesaikan dengan sigap.

Implementation Skills
Lapangbola memiliki protokol dan praktik tersendiri seperti pembuatan SOP (Standard Operating Procedure). Akan tetapi tidak semua divisi memiliki SOP seperti tim IT contohnya yang belum memiliki SOP dan hal tersebut masih menjadi daftar hal yang perlu diperbaiki dari Lapangbola. [Tujuan SOP adalah membentuk komitmen pekerjaan sebagai alat pengukur dalam menilai kinerja (Nazvia, dalam Taufiq (2019)] Selain itu, Lapangbola sangat memahami mengenai aspek hukum dari produknya seperti contohnya penjualan data statistik secara real time, terdapat perjanjian yang menjelaskan terkait hak data dan penggunaan data tersebut bagi Lapangbola dan pihak pembeli. Sayangnya, Lapangbola belum memiliki cara untuk mengetahui standar kebenaran terhadap hukum yang dijalani sehingga hanya praktiknya saja yang dilakukan sebaik mungkin dan belum terdapat standar dalam menilai benar atau salahnya seperti dalam mengambil data statistik, maka untuk mengantisipasi hal tesebut tim Lapangbola melakukan perhitungan dua kali dalam mengambil data pertandingan.
Adapun mengenai hukum yang berlaku di Indonesia, CEO dari Lapangbola cukup aktif dan selalu update mengenai hal tersebut, terlihat dari kasus-kasus hukum pada start-up yang dibahas pada saat wawancara berlangsung.